Karma. Yaa ternyata benar adanya dan aku merasakannya sekarang.
Beberapa kali ia menyatakan perasaannya dan beberapa kali pula aku
menolaknya. Aku hanya ingin berteman dengannya tapi ternyata ia
beranggapan lain, tiba tiba ia menghilang dan menjauh dariku. Beberapa
kali aku menghubunginya tetapi tidak ada respon apapun. Disitu aku mulai
merasakan perasaan yang melebihi perasaan terhadap teman. Perasaan
seperti apa itu? Aku tidak ingin jauh darinya, kehilangannya, apalagi
sampai ditinggalkannya. Yang ku inginkan hanyalah selalu didekatnya, aku
mulai menyadari bahwa perasaan itu ada perasaan 'cinta' perasaan
sayang. Aku bertanya tanya sendiri kapan perasaan itu mulai muncul?
Perasaan itu datang dengan sendirinya.
"Itu bukan pertama atau kedua kalinya dia nyatain perasaan sama kamu
tapi udah ketiga kalinya. Bayangin! "Kamu kira dia masih main main? Kamu
pikir dia nggak serius sama kamu? Kamu salah. Dia bener bener sayang
sama kamu. Nggak mungkin dia nembak sampe tiga kali gitu kamu harusnya
bisa nyimpulin kalo dia emang serius sama kamu. Bodoh! Bener bener bodoh
lo udah sia siain dia." sahabatku berkata kepadaku. Aku bingung aku tidak tau harus berbuat apa aku tidak tau ingin berkata apa lagi. Help!
Mengapa disaat aku sedang cinta cintanya dan aku menduga akan bahagia
bersamanya; melakukan hal hal seru bersama, jalan bersama, dan
menghabiskan waktu berdua. Tetapi semua itu diluar dugaanku. Ia cuek,
tidak peduli, tidak seperti dulu. Mengapa ia begini? Mengapa ia menjauh
disaat aku sedang cinta? Apa ini k a r m a? Iya, ini pasti karma. Dulu
disaat ia sedang cinta cintanya aku mengabaikannya dan bahkan aku sama
sekali tidak memperdulikannya, aku menyesal.
Sering kali aku diceramahin oleh sahabat sahabatku. Aku memang bodoh!
Wanita bodoh yang telah menyia nyiakan lelaki seperti dia. Aku terlalu
salah, tidak pantas untuk mendapatkannya kembali. God, i'm so tired and i'm in love with him i'm so missing him please talk to him if i miss and love him so much.
Kadang aku berfikir untuk berbicara padanya tentang yang sebenarnya,
aku ingin mengatakannya namun apa daya. Aku terlalu malu untuk melakukan
semua itu aku terlalu gengsi aku takut untuk mengatakannya, "Coba
dengerin nih lagu pas banget buat kamu sekarang"
Cinta Datang Terlambat - Maudy Ayunda
(search sendiri liriknya digoogle, ya)
Memang benar lagu ini lagu yang pas dengan apa yang aku alami saat ini.
Mengapa cinta ini datangnya terlambat? Aku tidak berhenti memikirkannya.
Aku sangat menyanginya aku mengingkari semua perkataan dan kata hatiku.
"Maafin aku, aku dulu emang nggak peduli sama perasaanmu jujur dulu aku
emang abaikan semua perasaanmu tapi nggak tau kenapa sekarang ini aku
bener bener sayang kamu aku nggak tau kapan perasaan ini muncul.
Intinya, aku kangen kamu, kamu yang dulu please jangan bersikap dingin
gini. Aku minta maaf and you know if i loving you." Ingin rasanya
mengatakan semua itu, jujur padanya tentang apa yang aku alami saat ini
namun tetap tak bisa aku terlalu malu dan gengsi untuk mengatakan
semuanya.
Disatu sisi aku memang ingin ia tau yang sebenarnya aku ingin ia
mengetahui bahwa aku sangat menyayanginya namun disisi lain aku tidak
siap aku takut untuk mengungkapkan semuanya. Aku terlalu bodoh untuk
itu. Dan parahnya, wanita tidak ingin dan tidak akan untuk memulai
duluan, i can't. Dulu semuanya biasa saja layaknya teman biasa namun
mengapa sekarang menjadi berubah drastis, aku tidak menginginkan ini dan
jujur aku tidak ingin memiliki perasaan seperti ini perasaan yang
merubah semuanya perasaan yang sangat menyiksaku.
Hari demi hari berlalu dan perasaanku masih tetap sama; menunggunya.
Entah bagaimana tingkahnya saat melihatku, melihat pesan dariku, melihat
panggilan tak terjawab dariku.
Suatu malam saat aku baru pulang dari acara ulang tahun, saat itu aku
ditemani oleh teman laki lakiku karena jarak dari tempat acara dan
rumahku itu terbilang jauh dan tidak mungkin aku wanita malam malam
dijalan seorang diri. Ketika dijalan, ada lelaki yang menyalip motorku,
aku seperti mengenalnya tidak asing bagiku dan memang benar aku
mengenalinya, lelaki itu adalah 'dia'.
Dia yang sangat kurindukan. Namun, mengapa ia menyalip begitu saja?
Mengapa tidak ada sapaan seperti biasanya? Apa karena aku bersama lelaki
lain? Atau memang ia sudah tidak peduli denganku. Aku tidak tau harus
berkata apa lagi aku tidak tau ingin berbuat apa, 'flat' hanya itu yang
aku rasa. Aku merindukannya. Tuhan, aku sangat merindukannya saat
bersama dengannya. Aku tidak tahan dengan semua ini aku ingin
mengatakannya dan aku memang harus aku tidak peduli lagi dengan
kegengsian atau semacamnya. Aku berusaha namun tetap tak bisa. Tuhan,
mengapa harus seperti ini? Berbagai macam pertanyaan telah menghantuiku.
Aku tidak bisa terus terusan seperti ini berlarut larut seperti ini
lagi aku tidak bisa. Kadang aku berfikir, "Mungkin aku harus diemin
dia dulu, tungguin sampe dia nggak tahan dengan semuanya dapat karma
seperti yang aku rasa saat ini. Dan mungkin aku harus mencari lelaki
lain supaya dia tau rasanya dicuekin dan nggak dipeduliin." Tetapi aku
berfikir lagi, "Oh ya dulu aku yang nggak peduliin dia dulu aku yang
cuekin dia dan mungkin ini karma buat aku." Aku bingung tidak ada solusi yang pas untukku.
Aku. Kelihatannya memang bahagia bahagia saja karena memang aku orangnya
ceria selalu, tetapi itu salah. Didalam lubuk hati terdalam aku sangat
hancur rapuh namun tidak bisa memberitahu siapapun bukan karena tidak
ingin memberitahu tetapi karena memang tidak ada yang akan mengerti apa
yang sedang aku rasakan. Mereka hanya berbicara sabar sabar dan sabar
aku tau aku memang harus sabar namun bikan itu yang aku inginkan aku
ingin solusi dari semua permasalahanku ini. Aku pun memilih untuk terus
memendamnya karena memang lebih baik seperti itu.
Dear you, i miss you..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar