Pukul 11:50 PM. Aku terbaring sambil mendengarkan lagu kesayanganku
dengan ditemani poster poster yang membuat tidurku menjadi nyenyak.
Namun didalam pikiranku masih ada kamu aku tak berhenti untuk
memikirkanmu memikirkan hubungan kita hubungan yang pahit untuk terus
terusan di ingat. Aku masih merindukanmu merindukan sosok malaikat yang
tak bersayap sosok lelaki pujaan lelaki impianku. Lelaki yang saat ini
sedang bersama seorang wanita yang ia kira jodohnya. Ia terlihat bahagia
bersama wanita pilihannya, wanita yang lebih cantik dariku lebih
perhatian dariku dan lebih baik dariku bahkan sangat sempurna jika
dibandingkan denganku yang tidak ada apa-apanya. Lagu yang saat ini
sedang ku dengarkan mengingatkanku saat kita masih bersama; bersedih,
becanda, bahagia bersama. Saat kita masih baik-baik saja. Walau
kisah kita tidak semanis yang aku harapkan namun aku cukup beruntung
karena bisa mengenalmu bahkan sempat memilikimu; sempat disayangimu.
Mulut memang bisa berkata bahwa aku baik baik saja namun hati tidak bisa berbohong bahwa ia memang tidak sedang baik baik saja.
Burung tidak bisa jauh dari sangkarnya, ia juga selalu ingin didekat
pemiliknya; selalu ingin berdampingan. Begitu pula dengan hatiku yang
selalu ingin bersama dengan hatinya. Namun, semua tidak dapat
dipaksakan. Aku tidak bisa memaksakan kamu untuk dapat menyayangiku
lagi, menjadikanku satu satunya, dan menjadi seseorang yang special
dihatimu.
Walau sekarang kita telah berjauhan, dipisahkan jarak dan waktu namun
dihati ini tetap dan selalu akan ada kamu walau apa pun dan gimanapun
keadaannya.
Karena hati ini memilihmu, lelaki pujaan.
Dari: Bulan yang selalu menemani Bintangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar