Minggu, 27 Maret 2016

Secret

Tak seperti biasanya, malam ini terasa berbeda. Hatiku semakin terguncang semakin hancur semakin tak terkendali. Apa yang aku simpan kini telah terbongkar, tak bisa dipungkiri lagi bahwa memang benar perasaan itu masih ada. Kini akupun mengerti ia tetap sama, perasaannya masih sama; tidak peduli dengan apapun yang terjadi. Aku tak bisa meminta lebih karena aku sudah cukup bahagia dengan adanya dia disampingku walau hanya sesaat. Kini masalah demi masalah datang dan aku tak bisa menghindarinya, aku tidak ingin ia masuk kedalam masalahku. Aku ingin ia baik baik saja, tidak memikirkan apapun, aku ingin dia bahagia tanpa ada yang menghalanginya. Akupun berharap ia bisa kembali seperti dulu saat semuanya masih akur; masih baik baik saja. Entah apa yang yang membuat aku bertahan, membuat perasaanku kembali seperti dulu. Akupun tak mengerti dengan perasaan yang dapat dibilang membuatku menjadi tertekan. Menahan segala kepedihan yang ku alami, menahan perasaan yang semakin mendalam, menahan sakitnya memendam lebih lama. Namun, aku tidak ada masalah dengan semua itu karena aku sudah terbiasa dengan semuanya. "Kenapa gak jadian aja, sih?" Kata sahabatku. "Aku gak terlalu terobsesi untuk berpacaran. Aku menyayanginya, memang iya. Tapi, apa cinta harus memiliki? Bagiku nggak. Karena, cinta tak harus memiliki. Kita menyayanginya dengan tulus tanpa mengharapkan balasan apapun darinya. Cukup dengan dia temani aku aja aku udah lebih dari senang, kok." Balasku.
Kata orang kalau memendam perasaan lebih lama itu tidak baik. "If you love someone just be brave to say." Namun, aku tidak terlalu berani untuk mengatakan yang sejujurnya. Karena aku cukup pandai dalam hal memendam. Apapun itu.
Dan kamu masih terlalu indah untuk dipikirkan.
--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan serakah

Hai, selamat pagi/siang/sore/malam.  Aku nulis ini dimalam hari. Jadi, selamat malam para galauers. Aku mau cerita..... Jadi gini... ...