Jumat, 19 Februari 2016

Masih kamu

Terasa berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Malam ini sangat tentram karena ada hujan yang menemani, namun merasa takut juga karena listrik yang padam entah sampai kapan. Aku hanya terbaring menikmati suasana yang ada sambil dihiasi lilin-lilin cantik yang membuat sunyi ditambah lagu-lagu yang membuat hati menjadi tak karuan.
Tetapi, masih ada saja hal yang tak bisa ditinggalkan. Belum bisa dirubah.
Kamu.
Sama seperti kemarin-kemarin aku masih merindukanmu, mengharapkanmu, dan pastinya menyayangimu. Fikiranku selalu dihantuimu entah sampai kapan 'kamu' bisa pergi meninggalkan semua ingatan tentangmu dari fikiranku.
--
Aku mengotak-atik handphoneku dan sesekali membuka tutup social media yang ada dihandphoneku. Disaat sedang asyik bermain, terlintas dipikiranku tentangmu. "Apa dia masih menyayangi mantannya?" aku pun membuka instagram miliknya, melihat foto-foto yang diunggahnya, "Dari captionnya aja dia belum bisa move on." Lalu aku setelah melihat isi instagram miliknya aku membuka instagram milik mantannya, disaat aku melihat foto-foto miliknya. Terdapat satu foto yang membuatku merasa sakit hati; foto mereka berdua. Tiba-tiba hatiku menjadi tak karuan, aku sedih, sakit melihatnya namun apa hakku untuk marah dengan semuanya; aku bukan siapa siapanya.
Aku terdiam dan berfikir, "Bagaimana caranya untuk aku bisa menggantikan posisi mantan yang sangat disayanginya itu?" Aku tidak cantik apalagi gaul. Aku cuma cewek yang masih bertingkah seperti anak kecil, tidak hobi ber-make up, apalagi kesalon untuk perawatan. Intinya, aku jauh dibandingin dengan mantannya yang sangat menawan itu. Namun, aku punya hati yang sangat tulus. Banyak orang yang berfikiran bahwa aku mendekati banyak cowok. Orang-orang yang berfikiran seperti itu tidak akan pernah jernih untuk berfikir panjang mereka hanya melihat dan seenaknya berbicara yang mereka fikirkan padahal jauh dari kenyataannya. Terkadang aku nyesek mendengar omongan orang banyak tentangku. Mereka tidak tau yang sebenarnya seperti apa. Namun aku terlalu malas untuk membahas serta menanggapi hal itu. Inilah aku. Terserah orang mau berfikiran apa, intinya aku tidak seperrti yang mereka fikirkan.
--
Kembali ke 'kamu'.
Seseorang yang kukagumi. Hari ini aku bahagia walau dengan hal-hal kecil seperti kamu mengantarkanku pulang, iya sesederhana itu. Aku kaget tidak habis fikir kamu mengajakku pulang bareng. Jujur, dibalik sikapku yang biasa saja namun disitu aku sangat sangat bahagia; bisa bersamamu, berdampingan denganmu, berbicara denganmu; sesederhana itu. Aku tidak butuh cokelat, bunga, boneka. Aku tidak perlu apapun dari kamu, cukup dengan kamu disampingku terus, mengertiku, membuatku tertawa saja itu sudah lebih dari cukup. "Apa yang membuatmu jatuh hati dengannya?" sahabatku.
Apa yang membuatku jatuh hati kepadanya? Hmm. Banyak. Cara dia membuatku tersenyum dengan hal-hal yang indah, cara dia membuatku selalu tertawa dengan tingkah lakunya yang selalu membuat bibir ini tertawa lepas, cara dia memberikan perhatian-perhatian kecil nan romantis. Sesuatu yang tidak pernah kalian rasakan. Semua ada didia.
Kamu; bukan cowok yang selalu keluar menghabiskan uang-uangnya, bukan cowok yang 'omdo', bukan cowok gengsian, bukan cowok yang berfikir kalau kebahagiaan itu hanya bisa didapat dengan uang. Namun, sebaliknya. Kamu cowo yang sederhana yang mempunyai cara sendiri untuk membuat ceweknya bahagia tanpa mengeluarkan uang banyak. Dan....... Aku menyukainya.
--
Intinya, malam ini masih sama. Membahas tentang kamu yang tiada habis-habisnya. Cukup. Aku menyayangimu dalam diamku, selamat malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan serakah

Hai, selamat pagi/siang/sore/malam.  Aku nulis ini dimalam hari. Jadi, selamat malam para galauers. Aku mau cerita..... Jadi gini... ...