Kamis, 07 April 2016

Menyadarkan

Kenapa dibikin sakit hati terus? Setiap teleponan dibikin nyesek, akhir-akhir ini semakin berbeda. Entah, aku yang terlalu merasakan atau memang dia yang saat ini berubah. Malamnya, setelah asyik mengobrol ia berkata kalau setelah selesai uan ia akan berangkat ke pulau seberang. Dengan lembutnya ia berkata seperti itu. Deg! Air mataku tiba tiba menetes tanpa ada apapun itu. Sehingga membuat moodku berubah seperti yang ia katakan. Hanya tinggal menghitung hari semuanya selesai, ia tamat dan begitu pula dengan hubungan kami yang singkat ini berakhir dengan perpisahan pula.
Tak sanggup rasanya ditinggalkan kakak-kakak, teman-teman, dan ditinggalkannya; dia. Namun apapun yang terjadi inilah kenyataannya bahwa aku harus benar-benar siap untuk menerimanya. 
***
Lalu, terlintas dipikiran ku tentang kata "Maaf"nya itu. Apakah secara tidak langsung ia berpamitan untuk meninggalkanku, atau memang tidak memiliki perasaan apa apa terhadapku. Entahlah.
Air mataku tak henti mengalir aku tak bisa kendalikan lagi, aku tak siap untuk berkata. Cukup.
Mungkin memang begini cara yang sangat tepat untuk kita. Begini. Terus berdiaman, memendam, menutupi, dan berteman baik. 
Apapun yang terjadi, kamu trtap masih menjadi teman baikku kok. Dengan apapun status/peranmu, kamu tetap memiliki tempat sendiri dihatiku ini. 
Berteman baik, hanya itu yang bisa ku lakukan. Serta namamu selalu ada didalam doaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan serakah

Hai, selamat pagi/siang/sore/malam.  Aku nulis ini dimalam hari. Jadi, selamat malam para galauers. Aku mau cerita..... Jadi gini... ...