Teringat masa kecilku, indahnya saat itu waktu aku masih didalam pelukan hangatmu, Ayah. Setiap malam aku selalu terbangun. Memikirkan ayah yang sudah berada ditempat lain, tempat yang jauh dariku, tempat yang sangat nyaman.
Aku ingat dulu setiap aku menangis ayah selalu menghiburku, menawarkan segala sesuatu yang aku suka, memelukku hingga membuatku berhenti menangis. Tiap berada didekat ayah aku merasa tentram aku merasa sangat terjaga; hatiku sangat sejuk rasanya. Akupun ingat ayah selalu berkata aku harus menemukan lelaki yang bisa mengerti dan melindungi aku serta anak-anakku kelak. Ayah, aku akan mencari lelaki seperti ayah. Dan disaat aku tidak mempunyai nafsu makan ayah selalu merayuku untuk makan walau hanya sekali suap, katanya ayah tidak ingin melihat badanku kurus melihatku sakit dan menderita. Ayah selalu punya cara untuk membuat moodku bagus kembali. Ayah, adalah sosok pahlawan yang selalu ada untuk melindungiku.
Dulu, disaat aku bosan ayah selalu mengajakku keluar bermain bersama agar rasa bosanku hilang. Aku ingat dulu ayah selalu membelaku didepan ibu walaupun pada situasi aku yang salah. Tiap aku menginginkan sesuatu yang tidak diberikan ibu untuk membelinya ayah yang selalu mewujudkan keinginanku. Ayah, aku rindu dimanjamu dipelukmu dihiburmu.
Aku merindukan segala sesuatu yang ada pada diri ayah aku rindu aroma tubuh ayah aku rindu semuanya, yah. Ayah selalu terlihat tegar dan bahagia didepan anak-anaknya walaupun sebenarnya ia sangat lelah dengan pekerjaannya. Ayah selalu ingin yang terbaik buat anaknya. Aku teringat saat dulu setiap aku tidur ayah selalu menyelimuti dan mencium keningku. Tiap malam, ayah selalu menemaniku belajar dan sesekali aku menanyakan sesuatu yang tidak aku pahami.
Aku iri dengan teman-temanku yang setiap pulang sekolah selalu dijemput ayahnya, menceritakan apa saja yang telah dilakukan ayahnya.
Aku hanya bisa tersenyum mendengarnya, aku merindukan ayah.
Ayah tidak pernah memarahiku tanpa sebab, aku mengerti ayah memarahiku karena ayah ingin aku untuk menjadi orang yang lebih baik. Dulu aku pernah membuat ayah sangat marah sampai ingin memberi hukuman berat kepadaku, namun setelah amarahnya terpendam ayah datang kekamarku dan memelukku sambil meminta maaf kepadaku, aku pun memeluk ayah sangat erat, aku mencium nafas ayah. Ayah kelihatan sangat capek.
Sebelum ayah tiada aku sempat melihat wajahnya yang tersenyum seperti sedang tidur pulas, mungkin ayah sedang tidur. Ayah sedang istirahat karena kelelahan, mungkin ini kesempatan ayah buat tidur, istirahat dari segala kegiatan ayah. Ayah sudah tenang disana, ayah sedang istirahat, aku tidak ingin mengganggu ayah.
Setelah kejadian ayah tiada aku selalu merasa terpukul, aku terbebani, sedih dan tidak bisa berhenti menangis, awalnya. Namun, kata ibu bila aku merindukan ayah aku hanya perlu mendoakannya bukan menangisinya, ayah tidak ingin melihatku sedih begitupun sebaliknya aku tidak ingin melihat ayah sedih disana. Jadi, setiap aku merindukan ayah, aku mendoakannya.
Ayah, baik-baik disana. You always in there, in my heart and my mind, i love you, Papa.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus